Minggu, 28 Juni 2009

Sandra Dewi: Buat Apa Cari Uang Terus?

JAKARTA— Artis cantik Sandra Dewi berprinsip, orang harus seimbang, antara mencari uang untuk kehidupan di dunia dan "menabung" untuk kehidupan sesudah kehidupan di dunia.

"Aku hidup penginku balanced. Buat apa hidup cari uang terus, cari materi terus, tapi enggak punya 'tabungan' di akhir?" tuturnya kepada media sehubungan dengan tugas barunya sebagai Duta Lepra Keliling, di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6).

Sebagai Duta Lepra Keliling, sejak April 2009, aku Sandra, tanpa imbalan materi ia menjalani kegiatan-kegiatan untuk menyampaikan kepada publik bahwa penyakit lepra tidak menular. "Aku di sini enggak dibayar. Aku ngomong juga enggak dibayar. Aku justru pakai biaya sendiri dan ikut bantu-bantu di sini. Jadi, aku sekarang ya cari uang, ya beramal baik," tuturnya lagi.

Ketika ditawari untuk menjadi Duta Lepra Keliling, Duta Anti-Narkoba ini mengaku sempat ragu untuk menerimanya. Maklum, seperti banyak orang lainnya, ketika itu Sandra mengira lepra atau kusta merupakan penyakit menular. Namun, akunya, ia merasa terpanggil setelah melihat sendiri bagaimana kehidupan penderita lepra di rumah sakit dan mantan penderita kusta di Yayasan Merpati, Cengkareng.

Ia jadi merasa harus memberi dukungan kepada mereka dengan membantu mengomunikasikan kepada masyarakat bahwa penyakit itu tidak menular kepada orang yang bukan penderita, dan para mantan penderita lepra tak akan menularkan penyakit kusta lagi sehingga mereka perlu diberi kesempatan untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

Penjelasan tersebut juga diberikannya kepada keluarganya sendiri. Asal tahu saja, ibunya sempat menyuruhnya mandi dengan sabun antiseptik sepulang ia mengunjungi para penderita lepra di rumah sakit.

"Aku sering lihat orang yang punya penyakit kusta di lampu merah. Aku juga pernah berkunjung ke Yayasan Merpati. Di sana, mantan penderita kusta membuat baju untuk dijual. Tapi, kalau pembeli tahu yang membuat baju itu kena kusta, mereka enggak jadi beli. Kan kasihan mereka enggak punya uang, enggak bisa mandiri, dan terus dikucilkan oleh masyarakat," tuturnya bersemangat.

Sandra, yang baru saja dilantik menjadi Duta Lepra Keliling pada 2 Mei 2009, merasa mendapat banyak pengetahuan, relasi, dan kepuasan tersendiri dengan memikul tugasnya tersebut.

Rossi: Terima Kasih Yamaha

ASSEN - Valentino Rossi tampil sempurna di Assen, Belanda, karena keluar sebagai juara. Pada balapan seri ketujuh di "Negeri Kincir Angin" tersebut, Sabtu (27/6), The Doctor yang meraih pole position unggul jauh atas para pesaingnya sekaligus mencetak kemenangan ke-100 dalam sepanjang kariernya di MotoGP.

Tak ayal, juara dunia enam kali kelas premier tersebut sangat bahagia. Dan, dia tak lupa memberikan pujian kepada Yamaha yang mampu mewujudkan impiannya untuk masuk dalam sejarah MotoGP, sebagai orang yang bisa mencetak kemenangan di atas angka 100.

Ya, selama ini hanya Giacomo Agostini yang mencatatkan dirinya sebagai pebalap dengan kemenangan di atas angka tersebut (122 seri). Tapi setelah Rossi membukukan kemenangan di Assen ini, maka dia pun masuk dalam jajaran tersebut.

"Bagi saya, ini sangat hebat. Saya sangat bahagia dan merasa ini adalah hari yang spesial dalam hidup. Saya pasti takkan pernah melupakannya karena mencapai kemenangan ke-100 merupakan hasil yang luar biasa," ungkap Rossi.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua orang di pit--Jerry Burgess dan semuanya. Dan Yamaha, hari ini motornya sangat hebat, fantastis. Tetapi lebih dari itu, Yamaha telah memberikan jalan serta memberikan motivasi yang besar kepada saya selama empat atau lima tahun terakhir.

"Saya juga harus mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang telah menolongku serta memberikan dorongan yang kuat. Saya adalah pebalap kedua dalam sejarah MotoGP yang mencapai kemenangan ke-100 setelah Giacomo Agostini dan saya sangat bahagia. Meskipun demikian, saya harap masih memiliki banyak musim untuk terus menambah kemenangan dan bertarung dengan pebalap lain."

Tentang jalannya balapan tak semenarik dua pekan lalu di Catalunya, Rossi yang sempat tergeser ke urutan dua itu optimistis menjadi pemenang setelah mengambil alih pimpinan lomba di lap kedua. Pebalap berusia 30 tahun tersebut mampu melewati Casey Stoner yang justru terpuruk ke posisi tiga, dan terpaut lebih dari 23 menit saat finis.

"Saya sangat bahagia karena ini adalah balapan yang hebat. Saya merasa baik sejak lap pertama, sehingga memutuskan untuk terus menggeber motor semaksimal mungkin. Saya sadar, jika lengah maka Jorge Lorenzo bisa menjadi ancaman karena dia sulit untuk dikalahkan," jelas Rossi kepada BBC.

"Tetapi hari ini saya memiliki kecepatan yang hebat, dengan temperatur ini ban bekerja dengan baik. Namun sekali lagi, Yamaha memang kuat di trek ini," pungkasnya.

Label Afgan Akan Tuntut Perusahaan Malaysia Rp30 M

JAKARTA - Merasa dirugikan atas penjualan ring back tone (RBT) Bukan Cinta Biasa yang didistribusi secara ilegal oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia, pihak label rekaman penyanyi Afgan Syah Reza akan menuntut ganti rugi materi sebesar Rp30 miliar.

Dikatakan oleh pihak label rekaman Wanna-B, yang mengontrak Afgan, lagu Bukan Cinta Biasa, yang dicipta oleh Bebi Romeo dan dinyanyikan oleh Afgan, telah diperjualbelikan sebagai RBT oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia, Maxis, sejak pertengahan Mei lalu melalui www.maxis.com, situs resmi Maxis.

"Karena copy right lagu Bukan Cinta Biasa milik label Wanna-B, kami merasa punyak hak untuk melakukan teguran," tegas Presiden Direktur Wanna-B, Naldy Nazar Haroen, ketika ditemui di kantornya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan.

Diterangkan oleh Naldy, pembajakan lagu Bukan Cinta Biasa melalui download RBT yang sudah berlangsung selama satu bulan itu menghasilkan tak kurang dari enam juta downloader Malaysia dengan harga tiga ringgit Malaysia atau setara dengan Rp9.000 per download. Karena itu, Wanna-B, dalam rangka melindungi hak eksklusifnya, pada 8 Juni lalu langsung mendatangi The Law Enforcement Division, Ministry of Domestic Trade and Consumer Affairs Malaysia untuk menyampaikan preliminary report atas perbuatan melawan hukum Maxis guna penuntutan pidana.

"Kami sudah menghubungi Maxis untuk negosiasi pada 10 Juni lalu dan di situ tidak terdapat suatu kesepakatan, setelah sehari sebelumnya kami lakukan somasi," lanjutnya.

Dengan tidak tercapainya kesepakatan itu, sebagai langkah hukum berikutnya Wanna-B akan segera melayangkan gugatan secara resmi, "Senin besok (29/6), kami akan lakukan tuntutan pidana maupun perdata kepada pihak Malaysia kepada Departemen yang menangani hak cipta Malaysia yang telah menggunakan karya cipta bangsa Indonesia, sehingga pemegang copy right merasa dirugikan dengan pencurian tersebut," terang kuasa hukum Wanna-B, Handra Deddy Hasan, SH.

Berkaitan dengan tuntutan tersebut, pihak Wanna-B akan menyertakan bukti-bukti untuk menguatkan tuntutan mereka. "Pertama, bukti print website Maxis yang memuat layanan download RBT Bukan Cinta Biasa. Kedua, dia (pihak Maxis) mengakui sudah meng-upload, dan, ketiga, isi SMS kepada pelanggan yang menyatakan RBT tersebut sudah tidak berlaku," jelas Handra.

Secara pidana dan perdata, pihak Maxis akan dituntut dengan undang-undang yang berlaku di Malaysia, yaitu Copy Right Act 1987 section 3 dan section 37 mengenai perlindungan karya cipta. "Hukumannya, tiga tahun penjara. Selain itu, sebagai tuntutan yang tangible kami akan menuntut sebesar tiga juta US dollar atau setara 30 miliar rupiah," kata Handra. "Belum lagi tuntutan yang intangible, karena, menyangkut nama baik bangsa Indonesia kami bisa tuntut lebih dari itu," sambungnya. "Ini sebagai shock therapy saja, karena, kalau tidak, bisa-bisa hal seperti ini berkelanjutan dan bisa menimpa label lain," timpal Naldy.

Sementara itu, Afgan memberi dukungan penuh kepada labelnya dalam melakukan upaya hukum tersebut, "Kalau saya sih lebih menyerahkan urusannya kepada label. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, saya akan men-support. Semoga ini cepat selesai dan ada titik terangnya," ucap Afgan saat dihubungi melalui telepon seluler milik Naldy.

Sabtu, 27 Juni 2009

Jenazah Jackson Disemayamkan di Ruang Bawah Tanah

LOS ANGELES — Jenazah Michael Jackson disemayamkan di ruang bawah tanah sebuah rumah jenazah di Los Angeles.

Seorang sumber kepada FOX News mengatakan, rumah jenazah itu terkunci rapat, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya sehingga tak seorang pun wartawan berhasil mengambil fotonya.

Secara resmi Kepolisian Los Angeles County telah menyerahkan jenazah Jackson kepada keluarga, Jumat malam waktu setempat seusai diotopsi. Namun, pihak keluarga masih menyemayamkan almarhum di rumah jenazah sebelum dibawa ke rumah duka dan dikebumikan. Belum ada pengumuman tentang rencana pemakaman Jackson.

Lokasi rumah jenazah itu tidak disebutkan. Jenazah Jackson dibawa sebuah mobil van, Jumat (26/6) sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Asisten Kepala Forensik Los Angeles County Ed Winter mengatakan keluarga Jackson meminta lokasi rumah jenazah itu dirahasiakan. "Kami meminta Anda menghormati keinginan keluarga. Mereka semua berkabung dengan cara masing-masing," kata Winter kepada CNN.

Jumat, 26 Juni 2009

Michael Jackson Diduga Overdosis Obat Penghilang Sakit

LOS ANGELES - Michael Jackson pingsan di rumah sebelum dibawa ke rumah sakit. Diduga, raja pop dunia itu pingsan karena overdosis obat penghilang sakit.

Menurut petugas Unit Gawat Darurat Rumah Sakit UCLA, staf di rumah Jacko memberitahukan bahwa Jacko pingsan setelah disuntik Demerol, sejenis morfin.

"Segera setelah diberi Demerol, napas Jacko mulai lambat, hingga akhirnya berhenti bernapas," tutur sumber yang dikutip The Sun, Jumat (26/6/2009).

Staf di rumah Jacko panik. Mereka berupaya memberikan napas bantuan dari mulut ke mulut Jacko dan menelepon ambulans. Petugas paramedis langsung tiba delapan menit kemudian.

"Petugas medis mendapat Jacko sudah tidak bernapas, tidak ada denyut nadi. Petugas lalu melakukan CPR dan melarikan Jacko ke rumah sakit," jelas dia.

Setibanya di rumah sakit, petugas medis memberi alat pacu jantung dan memasang selang pernapasan untuk menyadarkan penyanyi kelahiran 1958 itu.

"Jacko tidak pernah sadar. Keluarga Jacko menyatakan dia sudah meninggal," katanya.

Setelah berita kematian mantan suami Lisa Marie Presley tersebut tersiar, ribuan fans langsung memenuhi halaman rumah sakit.



Michael Jackson Wafat, 750 Ribu Orang Kecewa

LOS ANGELES - Meninggalnya Michael Jackson membawa kekecewaan pada 750 ribu orang. Mereka itu adalah fans yang telah membeli tiket konser Jacko yang direncanakan digelar di O2 Arena, London, Inggris.

Meski konser baru akan digelar bulan depan, tiket sudah laku terjual 750 ribu lembar. Jacko sendiri sebelum wafat, tengah mempersiapkan diri untuk tampil di konser bertajuk 'This is It' itu.

Pembukaan konser sebenarnya dibuka pada bulan lalu, namun ditunda. Sebab, promotor AIG mengatakan, Jacko butuh lebih banyak waktu untuk berlatih tarian. Demikian disitat The Sun, Jumat (26/6/2009).

Teman dekat Jacko, Uri Geller, nyaris tak bisa berkata-kata setelah dikabari Jacko meninggal.

"Seluruh dunia kecewa karena telah mengharapkan dia konser di Inggris. Sebelum meninggal, kesehatan Jacko baik. Dia latihan menari, berlatih tampil lagi di depan publik. Saya syok atas kematiannya," tutur Uri.

Menjelang konser, penyakit kanker kulit yang diderita pria 50 tahun itu semakin kambuh. Bahkan, kanker sudah menyerang area wajah. Hidung pemilik album 'Thriller' itu copot dan ditambal menggunakan kulit dari kuping.

Selama ini, Jacko bisa bertahan hidup berkat dukungan penuh dari ketiga anaknya, Michael Joseph Jackson, Jr, Paris Michael Katherine Jackson dan Prince "Blanket" Michael Jackson II.


Kronologis Meninggalnya Michael Jackson

LOS ANGELES - Meninggalnya Raja Pop Michael Jackson membuat terkejut banyak kalangan. Lalu bagaimanakah kronologis meninggalnya penyanyi berusia 50 tahun ini?

Sebagaimana dilansir Hollyscoop.com, Michael mengalami gangguan jantung dan langsung dilarikan ke UCLA Medical Center sekira pukul 13.00 waktu setempat, Kamis (25/6/2009).

Saat peristiwa tersebut, Michael didampingi dokter pribadinya yang setiap hari mengunjungi kakak kandung Janet Jackson tersebut.

Sekira pukul 13.14 waktu setempat, Michael dalam keadaan tak sadarkan diri tiba di rumah sakit. Sejumlah dokter dan personel gawat darurat langsung melakukan CPPR dan mencoba menyadarkan raja pop tersebut.

Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil, selanjutnya sekira pukul 14.26 waktu setempat, Michael Jackson diumumkan telah meninggal dunia.

Mengenai penyebab kematian, sampai saat ini belum dapat diketahui. Rencananya autopsy dijadwalkan berlangsung Jumat siang, waktu setempat. Jenazah Michael sudah dipindahkan dari UCLA Medical Center ke kantor koroner dengan menggunakan helikopter milik Sherif Los Angeles, sekira pukul 18.00 waktu setempat.

Michael Jackson Meninggal Dunia

LOS ANGELES — Mega bintang Michael Jackson dilaporkan meninggal dunia setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit di Los Angeles, Kamis (25/6). Laporan tersebut dikeluarkan oleh Los Angeles Times dan Associated Press, sementara jaringan televisi CNN belum memastikan laporan kematian bintang berusia 50 tahun itu.

Menurut sumber CNN, Jackson berada dalam kondisi kritis. Brian Oxman, pengacara keluarga Jakson, menjelaskan, mendapatkan informasi dari kakak Michael Jaskcon, Randy Jackson, bahwa megabintang itu tidak sadarkan diri setelah menderita cardiac arrest atau mendadak terhentinya kerja jantung di kediamannya di Los Angeles barat.

Jackson dilarikan ke UCLA Medical Center setelah petugas pemadam kebakaran Los Angeles menerima laporan itu dari jalur telepon permohonan bantuan darurat 911. Menurut Kapten Steve Ruda dari Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, permohonan bantuan itu diajukan dari sebuah kediaman di Los Angeles barat pada pukul 12.21 waktu Los Angeles atau Jumat (26/6) pukul 02.30 WIB.

Mega bintang yang berasal dari Gary, Indiana, ini dikenal dengan julukan "King of Pop". Jakson merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari sebuah keluarga musisi yang terkenal.

Saat ini, setiap pintu masuk menuju fasilitas gawat darurat UCLA Medical Center dijaga ketat oleh personel keamanan. Bahkan, tidak semua staf rumah sakit mendapatkan akses masuk ke ruang itu. Beberapa orang yang tampak berada di ruang tunggu sekitar fasilitas gawat darurat UCLA Medical Center tak kuasa menahan haru dan larut dalam kondisi duka dengan saling bertangis-tangisan.