Sabtu, 13 Juni 2009

Kerinduan 35 tahun ibu, anak terlerai

Selepas 35 tahun terpisah, kegembiraan terukir di wajah seorang ibu, Waning Jusoh, 66, apabila dipertemukan semula dengan anaknya, Dewi Yani Salleh, 35, yang diserahkan kepada keluarga angkat ketika berusia tiga bulan.

Suasana hiba dan pilu menyelubungi Terminal Bas Makmur di sini, awal pagi semalam, apabila anak-beranak itu bertemu buat kali pertama.

Kegembiraan tidak dapat digambarkan apabila mereka berpelukan sambil mengalirkan air mata gembira bagi melepaskan rasa rindu biarpun terasa janggal menatap raut wajah masing-masing.
Pertemuan mereka menjadi kenyataan selepas Berita Harian melalui ruangan Titian Kasih menyiarkan rintihan dan kesedihan Waning terpisah dengan anak keenamnya daripada lapan beradik dan kerinduan untuk bertemu semula dibacakan keluarga angkat Dewi Yani.

Waning berkata, beliau tidak menyangka harapan dan impian serta doa untuk bertemu anak kandungnya menjadi kenyataan kerana sebelum ini hanya mampu melepas rindu dengan menatap gambar dikirim keluarga angkat ketika Dewi Yani berusia dua tahun.

"Terima kasih kepada Berita Harian kerana mempertemukan kami. Saya diberitahu laporan akhbar itu mendapat perhatian keluarga angkat Dewi, yang kemudian memaklumkan kepadanya, yang berada di Johor Bahru.

"Saya terlalu gembira... tak dapat saya gambarkan dengan kata-kata. Harapan saya selagi hayat masih ada untuk bertemu dengan Dewi akhirnya dimakbulkan tuhan.

"Hati saya tidak tenteram dan sukar melelapkan mata selepas dihubungi Dewi buat kali pertama, kira-kira dua minggu lalu. Sejak itu saya tidak sabar untuk bertemu dan menatap wajahnya," katanya ketika ditemui di rumahnya, Kampung Kurnia di sini.

Waning menyerahkan Dewi kepada keluarga angkat dari Temerloh, juga kenalannya yang kebetulan tidak mempunyai cahaya mata.

Menceritakan detik bagaimana beliau mengetahui ibu kandung mencarinya, Dewi berkata, beliau dimaklumkan ibu angkatnya, Saleha Mohd Salleh, 58, yang tinggal di Batu Pahat, selepas seorang jirannya memaklumkan mengenai berita disiarkan.

"Ibu angkat kemudian menghubungi saya dan meminta membeli akhbar Berita Harian. Sebaik menyelak ruangan Titian Kasih, saya menatap wajah seorang wanita tua memegang foto kanak-kanak... saya juga memiliki foto sama.

"Saya lantas menghubungi nombor telefon yang tertera. Rasa sedikit gementar apabila kali pertama berbual dengan ibu," katanya.

Beliau yang bekerja sebagai chef di sebuah hotel terkemuka di Johor Bahru, berkata sebelum ini, beliau pernah berusaha mencari keluarga asalnya namun kekangan kerja membataskan usahanya.

"Saya kagum dengan semangat dan usaha ibu yang tidak jemu-jemu berikhtiar untuk bertemu semula dengan saya. Saya bersyukur pertemuan kami menjadi kenyataan," katanya.
Dewi kini bercuti seminggu untuk bersama ibu dan berkenalan lanjut dengan adik-beradik lain.

Ini lah Hardisk Pertama Di Dunia ,Dengan Berat lebih Dari 1 Ton

Kapasitas penyimpanan harddisknya sebesar 5 Mb dan merupakan Komputer pertama dengan menggunakan hard disk drive. Berat harddisk tersebut lebih dari 1 ton.

Manusia Terpendek di Dunia

Seorang pemuda asal Nepal berusia 17 tahun akan menjadi manusia terpendek di dunia, Jumat (12/6). Khagendra yang berbobot 4,5 kg dan tinggi 51 cm akan mendaftarkan namanya di Guinness World Book of Records.

Gila..teras mesjid pun di jadikan tempat mesum...

Dunia semakin tua. Tempat ibadah berubah menjadi lokasi berbuat asusila. Sepasang cucu adam berlainan jenis, Minggu (7/6) digerebek warga. Sekitar pukul 23.00 WIB, mereka ditemukan warga di lantai dua salah satu masjid Kampung Jawa I, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Puma Jatuh Jadi Tontonan Warga

Jatuhnya heli Puma milik TNI AU di kawasan Lanud Atang Sanjaya mengakibatkan 4 penumpangnya tewas, Jumat (12/6). Warga pun berbondong-bondong untuk menyaksikan pesawat naas tersebut.














Api dan asap hitam membubung tinggi, petugas pemadam belum berani masuk ke lokasi kebakaran. Kebakaran hebat terjadi di depo elpiji Pertamina Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/6/2009). 1 Orang tewas dan 3 lainnya terluka dalam insiden ini.

Jumat, 12 Juni 2009

Hati-Hati Merokok Di Kota Jakarta

Jika anda mengunjungi kota Jakarta, mungkin Anda harus lebih peka memperhatikan rambu-rambu larangan merokok di kota ini, karena bertepatan dengan peringatan hari tembakau sedunia, pemerintah kota Jakarta memperluas kerjasamanya dengan berbagai pengelola tempat untuk menciduk para perokok yang merokok di sembarang tempat.
Sekitar 3.000 orang tampak memadati Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Kawasan yang menjadi salah satu ikon ibukota Indonesia ini menjadi lokasi puncak peringatan hari tanpa tembakau sedunia yang digelar Minggu (31/5) kemarin. Dalam kesempatan ini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengingatkan warga kota Jakarta untuk membudayakan hidup sehat dengan tidak merokok. Hal ini ditegaskan oleh Fauzi Bowo dengan menandatangani MoU bersama sejumlah pengelola pusat-pusat keramaian kota, antara lain pusat perbelanjaan, pusat hiburan, lokasi perkantoran,dll. MoU ini mencantumkan kewajiban pengelola tempat-tempat keramaian untuk secara tegas menindak orang-orang yang kedapatan merokok di tempat-tempat yang mereka kelola.

Penetapan kawasan dilarang merokok sebenarnya bukan hal yang baru di Jakarta, penetapan peraturannya sudah dipublikasikan pada 4 Februari 2006 silam. Namun begitu, kurang tegasnya penerapan peraturan ini di lapangan, menjadikan aktivitas merokok masih sering dijumpai di kawasan-kawasan dilarang merokok.

“Saya tahu kondisi ini, dan saya meminta seluruh warga untuk bersama-sama memerangi kebiasaan merokok yang buruk ini. Saya gembira tadi masyarakat menandatangani MoU, termasuk DPP Organda, para asosiasi pengusaha hiburan, asosiasi mal. Saya berharap dengan keikutsertaan mereka ini, upaya yang kita lakukan akan lebih mencapai sasaran.” Kata Fauzi Bowo – Gubernur DKI Jakarta.

Kota Jakarta memiliki tujuh kawasan dilarang merokok, yaitu, tempat-tempat umum seperti terminal, stasiun dan pusat perbelanjaan, tempat-tempat kerja seperti gedung perkantoran, pusat pelayanan kesehatan, area tempat kegiatan anak, tempat peribadatan, tempat pendidikan, dan angkutan umum.

Pelanggaran yang dilakukan oleh para perokok akan dikenakan sanksi berupa kurungan badan selama 3 bulan dan denda setinggi-tingginya 50 juta rupiah, sedang bagi pihak pengelola tempat yang tidak memberikan rambu dilarang merokok serta membiarkan orang merokok, akan dikenakan sanksi administrasi hingga pencabutan izin pengelolaan.

UD.SIABANG-ABANG (GROSIR SEMBAKO)
JLN. SETIA BUDI T.SARI NO.460 MEDAN
TLP. (061) 8226730 (061) 76488204

Di dirikan pada tgl 21-05-2009

Pemilik :

  • Nama : Ricardo Sanada .Perangin-Angin
  • ttgl/lahir : Jakarta, 31-12-1985
  • Agama : Kristen Protestan
  • Status : menikah
  • Pekerjaan : Swasta
  • Asal : Desa : Siabang-Abang
  • Kec : Kuta Buluh
  • Kab : Karo
  • Sumut
  • Ttgl sekarang : Jln.Setia Budi T.Sari No. 460 MEDAN
  • Motto : Kami UtamakanKepuasan Pembeli
  • Kami Ucapakan Terimah Kasih
  • Keluarga besar Perangin-Angin And Ginting Mergana